Getol Ungkap Kaum Radikal, Aktivis Muda NU Kerap Diserang Kelompok Intoleran

Diserang dengan tudingan "mantan napi penipu". Distigma sebagai "liberal, Syiah dan kafir", adalah risiko-risiko yang sudah saya sadari sejak awal. Siapapun yang bertekad untuk melawan kelompok radikal, ekstrem dan teror, akan berusaha disudutkan agar jadi "musuh bersama".

Apalagi orang biasa seperti saya. Bahkan stigma "tidak adil" juga pernah dialamatkan oleh Zulkhuwaisiroh kepada Kanjeng Nabi. Sayyidina Utsman juga dilabel sebagai Na'stal (seorang Nasrani) sebelum dibunuh. Bahkan Sayyidina Ali juga dikafirkan lebih dulu sebelum dibantai oleh seorang Khawarij, Abdurrahman bin Muljam.

Praktik semodel ini sudah biasa. Mereka yang merasa paling beragama, merasa paling benar, merasa paling dekat dengan Tuhan dan merasa paling suci, akan selalu meremehkan siapapun yang dianggap berbeda. "Karena sejatinya, penyakit manusia adalah Merasa Paling", kata Rumi.

Orang yang "merasa paling" adalah orang yang gagal mengalahkan dirinya sendiri, sehingga dia akan selalu berusaha menganggap rendah orang lain yang berbeda.

Saya dan kawan-kawan lainnya yang sama-sama bertekad melawan radikalisme, tidak akan pernah mundur! Stigma-stigma buruk yang seringkali dilekatkan kepada kami hanyalah narasi basi yang terbukti selama berabad-abad hanya direproduksi oleh kaum pecundang...

Sumber twitter Islah Bahrawi

Posting Komentar

0 Komentar