![]() |
| Ilustrasi Bola (Christof Koepsel/Getty Images) |
Lhokseumawe - Forum
Komunikasi Organisasi Masyarakat dan Organisasi Kepemudaan Pengawal Syariat
Islam Kota Lhokseumawe mengecam penyelenggaraan sepakbola putri Liga Kemenpora
beberapa waktu lalu di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Mereka menilai kegiatan itu
telah bertentangan dengan syariat Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
Kegiatan tersebut
telah berlangsung di Stadion PT PAG Lhokseumawe. Berdasarkan informasi yang
dihimpun detikcom, Liga Kemenpora dilakukan secara berjenjang dan untuk Aceh
digelar oleh Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh. Mereka
kemudian melakukan sejumlah pertandingan. Tim yang jadi juara akan dikirim ke
tingkat nasional pada akhir Juli hingga September mendatang.
"Kami menolak
segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam dan kearifan
lokal masyarakat Aceh. Kami menuntut pemerintah Aceh dan Badan Liga Sepakbola
Pelajar Indonesia (BLiSPI) untuk membatalkan seleksi dan pengiriman delegasi
tim sepakbola U-17 putri Aceh ke tingkat nasional," kata Koordinator Forum
Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Lhokseumawe, Tgk Sulaiman
Lhokweng, kepada para wartawan, Kamis (4/7/2019).
Menurutnya, seleksi
dan pengiriman delegasi tim sepakbola U-17 putri ke tingkat nasional
bertentangan dengan marwah masyarakat Aceh. Untuk itu, pihak Stadion PT Perta
Arun Gas agar lebih selektif dalam memberikan izin tempat, terlebih kegiatan
bertentangan dengan syariat Islam.
"Kita menuntut
permintaan maaf dari BLiSPI kepada seluruh umat Islam Kota Lhokseumawe dan Aceh
secara umum. Karena telah melukai perasaan dan kearifan lokal masyarakat Aceh
dengan mengeksploitasi perempuan Aceh di bidang sepakbola," sebut
Sulaiman.
Gubernur Aceh, menurut
dia, seharusnya melihat kegiatan yang dilakukan oleh pihak terkait agar jangan
asal ada kegiatan saja. Artinya, kegiatan itu harus ada nilai positif dan juga
menjamin bagaimana berlangsungnya syariat Islam di Aceh.
Sementara itu,
Koordinator BLiSPI Aceh Ishaq Rizal mengatakan pihaknya sangat menghargai
perbedaan pendapat. Menurutnya, itulah demokrasi dan dinamika dalam suatu
organisasi.
"Kami atas nama
Panitia Penyelenggara Seleksi Pemain Sepakbola Putri U-17 tingkat Provinsi
Aceh, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh jika
penyelenggaraan kegiatan seleksi pemain tersebut ada bertentangan dengan
nilai-nilai Syariat Islam," kata Ishaq Rizal ketika dimintai konfirmasi
detikcom, Jumat (5/7).
Ishaq menyebutkan
kegiatan itu bertujuan menjadi wadah penyaluran bakat dan kemampuan para
generasi muda, khususnya dalam cabang sepakbola, sehingga mereka terarah, juga
menjaga nilai-nilai Syariat Islam dan kekhasan budaya Aceh, daripada
menyalurkan bakatnya secara tidak terkendali. Pentingnya lagi untuk membina generasi
muda agar tidak terjerumus yang dilarang agama.
Menurut Ishaq, cabang
olahraga sepakbola serumpun dengan cabang olahraga voli, basket dan tenis dan
cabor lainnya yang diikuti oleh para wanita. Selain itu, para pemain sepakbola
putri tersebut menggunakan pakaian muslimah. Jika ada salah seorang pemain yang
berpakaian kurang muslimah, hal itu karena yang bersangkutan bukan muslim.
"Kami tidak ada
niat sedikit pun untuk mencederai penerapan syariat Islam di Provinsi Aceh.
Untuk itu, sekali lagi jika kegiatan ini kurang cocok dilaksanakan di Aceh,
kami juga berharap kita semua bersikap adil terhadap cabang olahraga lainnya
yang digeluti oleh wanita di Aceh. Untuk diketahui, tim sepakbola putri Aceh
ini penampilannya pasti secara Islami (pakaian muslimah) dan keinginan kami
bisa menjadi contoh yang baik bagi wanita Indonesia lainnya dengan penampilan
tim putri Aceh tersebut," sebut Ishaq.
Pihaknya juga
meluruskan pelaksanaan seleksi pemain khusus U-17 putri hanya dilaksanakan
tanggal 30 Juni 2019 dan berlangsung sekitar 3 jam saja. Tentunya, jika hasil
penelaahan bersama terhadap kegiatan U-17 putri ini bertentangan dengan norma,
adat istiadat, dan syariat Islam, untuk pelaksanaan berikutnya akan ditinjau
kembali.
(gbr/haf)
https://news.detik.com/berita/d-4612045/ormas-islam-tolak-liga-sepakbola-putri-di-aceh-panitia-minta-maaf?_ga=2.241392330.973760687.1562159130-1636962616.1548027292

0 Komentar